IDNGem Scout: Izzan Al Nasir

Daftar Isi
IDNGem Scout: Izzan Al Nasir

Setelah beberapa edisi dari IDNGem Scout lalu membahas pemain-pemain muda Indonesia yang berkompetisi di Elite Pro Academy (EPA) Super League dan Piala Soeratin U17 Nasional, maka dalam edisi kali ini saya akan membahas salah satu pemain muda potensial yang bermain di Liga Nusantara.

Pemain ini bernama Izzan Al Nasir.

Mengenal Sekilas Tentang Izzan Al Nasir

Izzan Al Nasir merupakan pemain Indonesia kelahiran Bengkulu pada tanggal 9 Mei 2006. Hingga tulisan ini dimuat maka usianya sudah 19 tahun.

Pemain yang memiliki tinggi badan sekitar 176 cm ini berposisi sebagai bek tengah atau Centre Back.

Pada tahun 2022, Izzan bersama timnya saat itu yakni Indonesia Muda Football Academy (IMFA) pernah mengikuti turnamen Liga Mahesa Jenar Muda U16 2022. Bersama IMFA U-16 ia berhasil membawa timnya meraih gelar runner-up di turnamen tersebut serta mendapatkan predikat sebagai Pemain Terbaik Liga Mahesa Jenar Muda U16 2022.

Selanjutnya di musim 2023/2024, Izzan bergabung bersama Persija Jakarta U-18 untuk mengikuti kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18. Izzan berhasil mencatatkan 15 penampilan dengan menyumbangkan satu assist bagi Persija U-18 di EPA U-18 2023/2024. Ia juga berhasil membawa timnya tersebut mencapai fase Semi Final.

Musim ini (2025/2026), Izzan bergabung dengan Tri Brata Rafflesia FC untuk berkompetisi di Liga Nusantara.

Jika teman-teman punya informasi tambahan yang lebih lengkap lagi nanti bisa langsung saja menambahkannya di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah postingan ini. 

Semua informasi yang saya sebutkan di atas itu berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan dan sudah saya olah dari internet. Berikut di bawah ini beberapa sumber informasi yang berasal dari internet:

  • https://www.facebook.com/photo/?fbid=581026570190885&set=pcb.581026686857540
  • https://persija.id/berita/detail/penuh-tantangan-di-pekan-kedua-babak-8-besar-epa-20232024
  • https://live.lapangbola.com/players/67581

Scouting Report: Izzan Al Nasir

Saya mencoba memantau permainan dari  Izzan Al Nasir berdasarkan 4 pertandingan Tri Brata Rafflesia yang sudah saya tonton di Liga Nusantara 2025/2026 melalui video streaming. Saya menonton keempat pertandingan tersebut secara full match.
  1. Tri Brata Rafflesia FC vs Persitara Jakarta Utara (13 Desember 2025)
  2. Tri Brata Rafflesia FC vs Persikota Tangerang (12 Januari 2026)
  3. Tri Brata Rafflesia FC vs PSGC Ciamis (16 Januari 2026)
  4. Tri Brata Rafflesia FC vs Perserang Serang (25 Januari 2026)
Berikutnya, saya akan mengulas dan menganalisa 3 aspek permainan dari Izzan Al Nasir, yaitu Attacking Play, Defensive Play, dan Set Piece.

Berikut hasil ulasan dan analisis saya mengenai 
Izzan Al Nasir di bawah ini:

Attacking Play

Untuk aspek Attacking Play ini, ada 2 kategori yang akan saya ulas dari permainan Izzan Al Nasir selama bermain di Liga Nusantara bersama Tri Brata Rafflesia FC.

Kedua kategori tersebut adalah:
  1. Movement and Positioning to Receive
  2. Ball Progression and Distribution

Movement and Positioning to Receive

Tri Brata Rafflesia di bawah asuhan M. Nasir akan menggunakan dua pola formasi dasar di dalam skema permainannya yaitu 4-1-3-2 atau 3-4-3. 

Izzan Al Nasir akan ditempatkan sebagai seorang Centre Back di lini belakang dari pertahanan Tri Brata. 

Posisi Permainan Izzan Al Nasir di Tri Brata Rafflesia FC

Dalam skema formasi 4 bek, Izzan akan ditempatkan sebagai Centre Back sebelah kanan, sedangkan dalam skema formasi 3 bek maka ia akan ditempatkan sebagai Wide Centre Back sebelah kanan.

Izzan memperlihatkan positional play yang sangat baik terkait pemosisian dirinya sebagai Centre Back maupun Wide Centre Back dalam menjaga bentuk shape pertahanan maupun pada saat tim sedang melakukan build-up di lini belakang. 

Dalam fase penguasaan bola yang dilakukan oleh Tri Brata Rafflesia, Izzan akan sering kali menjadi salah satu pemain pertama yang akan melakukan build-up permainan dari belakang selain kiper. Maka itu, ia akan mendekatkan dirinya ke gawang untuk menyediakan opsi umpan pertama bagi kiper.

Pada saat ia sudah mendistribusikan bola ke depan maupun ke arah rekan terdekatnya maka Izzan tidak akan stay di belakang. Ia akan cenderung langsung bergerak secara perlahan ke depan untuk menaikkan garis pertahanannya ke atas.

Namun, jika ia bermain dalam skema formasi 3 bek maka Izzan akan sedikit bergerak melebar ke kanan terlebih dahulu sembari menaikkan garis pertahanannya ke atas. Bahkan ia terkadang akan bergerak maju hingga setengah lapangan atas.

Hal tersebut ia lakukan karena Tri Brata menerapkan permainan High Defensive Line ketika sedang menguasai bola dan Izzan mampu menerapkan taktik tersebut ke dalam permainannya dengan baik.

Sentuhan pertama (First Touch) dari Izzan dalam menerima bola terlihat baik dan konsisten. Ia mampu mengarahkan dan mengontrol bola yang diterimanya dengan menggunakan kedua kakinya sehingga bola dapat ditempatkan ke ruang yang ia inginkan.

Izzan juga kerap kali membentuk open body shape pada saat menerima bola secara konsisten sehingga hal ini memudahkan dirinya untuk langsung segera melakukan aksi lanjutan seperti melakukan progresi bola maupun distribusi umpan.

Dari segi komunikasi, Izzan termasuk salah satu pemain yang proaktif di belakang dengan sering kali memberikan arahan serta gestur yang jelas terhadap rekan setimnya dalam mengatur dan mengoordinasikan garis pertahanan tim ketika fase build-up maupun transisi.

Foto 1 Izzan Al Nasir bersama Tri Brata Rafflesia FC di Liga Nusantara 2025/2026
Sumber Foto Instagram: @tribratarafflesia.fc

Ball Progression and Distribution

Izzan akan banyak terlibat dalam fase membangun serangan yang dilakukan oleh Tri Brata Rafflesia. 

Mengingat perannya sebagai salah satu orang pertama yang melakukan build-up di lini belakang maka ia akan sering melakukan sirkulasi bola maupun mengarahkan progresi serangan dari bawah.

Beberapa progresi bola akan dilakukannya dengan cara mendistribusikan bola ke rekan-rekannya melalui permainan umpan pendek maupun umpan panjang.

Izzan tidak hanya sekadar bermain aman dengan memberikan umpan-umpan pendek di belakang untuk melakukan sirkulasi bola saja namun ia kerap kali akan memberikan umpan progresi ke depan yang mampu melewati garis depan dari lini pertama pressure tim lawan. 

Hal yang dilakukannya ini cukup konsisten dan efektif untuk langsung mengarahkan serangan Tri Brata ke area middle third ataupun ke final third.

Beberapa umpan pendek maupun umpan panjang vertikal bisa diberikan oleh Izzan dengan jangkauan dan akurasi yang baik kepada rekan-rekannya. Ia juga bisa melakukan switch play secara efektif melalui umpan-umpan diagonalnya ke arah wide area.

Izzan tidak akan terlalu terburu-buru dalam memberikan umpan progresi ke depan karena sebelum dirinya memberikan umpan maka ia akan memastikan terlebih dahulu situasi ruang di sekitarnya dan juga melihat arah pergerakan rekan-rekannya di depan.

Izzan akan sering kali menggunakan kaki kanan daripada kaki kirinya dalam mendistribusikan bola. Penggunaan kaki kirinya cukup terbatas dan hanya sesekali dipakai untuk memainkan umpan-umpan yang lebih safe.

Meskipun kecenderungannya dalam memprogresikan bola sering kali melalui distribusi umpannya, namun Izzan terkadang akan berani untuk melakukan pergerakan underlap jika ia menemukan ruang bebas di depannya. 

Jika dirinya kurang mendapatkan tekanan maupun kawalan dari pemain lawan secara ketat maka ia akan mencoba untuk membawa bola ke sisi half space sebelah kanan lalu dilanjutkan dengan melepaskan umpan diagonal ataupun crossing ke kotak. Izzan terlihat memiliki akselerasi kecepatan yang cukup baik untuk berlari dalam jarak pendek.

Defensive Play

Untuk aspek Defensive Play, saya akan mengulas Positional Defending serta Defensive Duel dari Izzan Al Nasir.

Positional Defending

Izzan mampu bekerja sama serta mengoordinasikan lini belakang bersama rekan setimnya dengan baik terutama dalam mengatur jarak kerapatan antar lini serta ketinggian garis lini pertahan ketika fase out possession.

Dalam skema formasi 3 bek yang di mana ia bermain sebagai Wide Centre Back kanan maka Izzan mampu melakukan covering posisi yang ditinggalkan oleh Wing Back kanan ketika fase transisi bertahan dengan baik.

Ball Recovery ketika bertahan juga terlihat cukup cepat dan solid. Ia bisa membaca arah serangan lawan yang ada di depannya dengan tepat serta cepat dalam memotong jalur umpan dari lawannya dengan banyak melakukan intersep maupun sapuan bola secara efektif dan konsisten di lapangan.

Beberapa pressing yang dilakukannya juga terlihat cukup efektif untuk memberi tekanan dan menutup pergerakan lawannya dalam situasi bertahan 1v1. 

Hal yang terkadang menjadi isu dalam permainannya adalah kestabilannya dalam melakukan zonal marking masih terlihat kurang konsisten. 

Beberapa kali Izzan masih melakukan ball watching ketika bertahan tanpa menyadari ruang dan gerak dari pemain lawan yang ada di sekitarnya.

Kesadaran serta konsentrasinya dalam melihat situasi pergerakan lawannya di sekitar area penjagaannya terkadang masih luput dari penglihatannya karena terlalu terfokus pada arah bola saja. 

Hal ini membuat lawan dengan mudah lepas dari kawalan Izzan dan mampu bergerak secara leluasa untuk melakukan penetrasi ke area pertahanan dari Tri Brata Rafflesia FC.

Defensive Duel

Izzan pemain yang sangat berani dan agresif dalam melakukan ground duel (tanah) maupun aerial duel (udara) ketika bertahan. 

Tampilan fisik dari postur badannya terlihat cukup tegap dan kuat secara fisik untuk melakukan duel badan terhadap lawannya dalam situasi perebutan bola. 

Walau tinggi badannya hanya sekitar 176 cm namun Izzan memiliki kemampuan timing melompat serta membaca permainan yang baik dalam mengantisipasi bola-bola di udara.

Foto 2 Izzan Al Nasir bersama Tri Brata Rafflesia FC di Liga Nusantara 2025/2026
Sumber Foto Instagram: @tribratarafflesia.fc

Duel permainan yang ia lakukan di udara terlihat sangat kuat dengan sering kali mampu mengantisipasi serta menghalau aliran umpan panjang dari lawannya melalui sundulannya untuk menyapu bola. Beberapa kali ia juga mampu memenangi perebutan bola secara efektif di udara melalui lompatan serta duel badannya. 

Aspek permainan dari ground duel yang dilakukannya juga terlihat bagus dan solid. Ia akan bereaksi cepat dalam menghalau maupun menutup gerakan lawan di depannya.

Izzan akan melakukan marking maupun pressing terhadap lawannya dalam 1v1. Ia berani menjatuhkan badannya untuk melakukan sliding tackle maupun duel badan langsung untuk merebut bola dari lawannya.

Namun, agresivitas dalam melakukan tekanan dan tekelnya masih terlihat belum konsisten. Intensitas pressing serta timing tackling yang ditunjukkannya terkadang kurang optimal sehingga upayanya dalam merebut bola langsung dari lawan tidak selalu efektif.

Set Piece Play

Dalam situasi free kick dan corner kick, Izzan biasanya akan memosisikan dirinya di tiang jauh ataupun far post. Ia terkadang akan menjadi target dari rekan-rekannya ketika situasi set piece.

Kemampuan Izzan dalam membuat peluang dari hasil umpan yang diberikan oleh rekannya dalam situasi set piece terlihat kurang dimaksimalkan walaupun ia terlihat beberapa kali memenangi perebutan duel udara.

Beberapa finishing dengan heading yang dilakukannya sudah bisa diarahkan dengan baik ke gawang lawan namun masih kurang klinis.  

Statistik Individu

Statistik sementara musim ini, Izzan Al Nasir sudah mencatatkan 12 penampilannya bersama Tri Brata Rafflesia FC di Liga Nusantara 2025/2026. 

Izzan berhasil mencatatkan waktu bermain sebanyak 961 menit serta mendapatkan 1 kartu kuning dan 1 kartu merah dari 12 penampilannya tersebut.

Kartu merah tersebut ia dapatkan pada saat pertandingannya melawan Persikota Tangerang di tanggal 23 Desember 2025 dan membuat dirinya mendapatkan ganjaran hukuman yaitu tidak bermain sebanyak 3 laga.
  • Appearances: 12 (1051 minutes played)
  • Goal: 0
  • Assist: 0
  • Yellow Card: 1
  • Red Card: 1
Saya sudah berusaha penuh untuk mencari data statistik individu yang lebih mendalam mengenai permainan dari Izzan di Liga Nusantara musim ini namun sampai saat ini saya belum bisa menemukannya sama sekali.

Statistik di atas berdasarkan sumber dari website ileague.id dan transfermarkt.co.id yang sudah saya olah sebelumnya.

Conclusion

Izzan Al Nasir merupakan pemain Centre Back atau Wide Centre Back dengan pemahaman taktikal dan positional play yang sangat baik, terutama dalam skema permainan build-up yang dilakukan dari lini belakang. Ia nyaman menjadi progresor pertama di lini belakang dengan memiliki first touch yang konsisten, serta mampu memprogresikan bola secara efektif melalui umpan vertikal, diagonal, maupun switch play. 

Kemampuan dari agresivitas, timing, serta keberaniannya yang menonjol meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi menunjukkan ia memiliki kapasitas yang baik dalam bertahan terutama dalam melakukan duel di lapangan baik itu di tanah maupun udara. Ia juga memiliki kemampuan yang baik dalam mengoordinasikan lini belakang serta antisipasi yang bagus dalam melakukan covering position ketika transisi bertahan.

Namun, konsistensinya dalam melakukan zonal marking, konsentrasi bertahan, serta timing dan intensitas dalam melakukan pressing maupun tackling masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan supaya efektivitas bertahannya menjadi lebih baik dan lebih solid lagi.

Secara keseluruhan, Izzan adalah ball-playing defender yang memiliki potensi tinggi ke depannya mengingat usianya yang masih muda dan masih bisa berkembang dengan lebih baik lagi.

Menurut opini pribadi saya berdasarkan hasil keseluruhan yang sudah saya amati dari permainannya maka Izzan Al Nasir memiliki potensi menjadi pemain utama di level kompetisi Indonesia Championship (Liga 2). 

Namun saya juga yakin ia bisa kompeten untuk bermain di Indonesia Super League (Liga 1) dengan catatan Izzan mampu secara konsisten untuk meningkatkan area-area kekurangan yang harus ia kembangkan lebih baik lagi ke depannya.

Kemampuan distribusi dan ketenangannya dalam membaca ruang membuatnya cocok bermain dengan tim yang menerapkan sistem permainan high defensive line serta berbasis penguasaan bola.

Penutup

Selesai sudah pembahasan artikel dari IDNGem Scout: Izzan Al Nasir kali ini. Saya cukup tertarik untuk melihat perkembangan dari karir Izzan di masa depan nanti.

Saya berharap ia terus mendapatkan kepercayaan berupa menit bermain secara konsisten bersama tim yang ia bela sekarang ini.

Dan tentu saya sangat berharap ia juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi seperti bermain di Indonesia Championship (Liga 2) atau Indonesia Super League (Liga 1) suatu hari nanti.

Saya yakin ia sudah cukup kompeten untuk bermain di level permainan tersebut sembari Izzan juga bisa mengembangkan permainannya dengan lebih baik lagi nanti.

Selain tulisan ini, saya juga memiliki ulasan dan analisis berdasarkan metode FA 4 Corner Model (Technical, Tactical, Physical, dan Mental) dari permainan Izzan Al Nasir dalam bentuk Player Report.

Berikut laporannya di bawah ini:

Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Izzan Al Nasir secara lengkap melalui metode Video Scouting.

Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedback dari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.

Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.

Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.

Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.

Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.

Jangan lupa follow akun InstagramX, dan Facebook kami untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai update artikel di blog BolaGawai.com

Sekian dan Terima Kasih

Post a Comment